JAKARTA-iNews86.Com| Selasa 2/6 — Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman padat penduduk di Pasar Jiung, Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Senin malam, 1 Juni 2026. Peristiwa yang menghanguskan sedikitnya 304 rumah semi permanen ini mengakibatkan 674 jiwa dari 354 kepala keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal dalam sekejap.
Baca Juga: Soroti Hasil Nyata Diplomasi, Seskab Teddy Jawab Kritik Kunker Prabowo
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, kobaran api mulai menjalar sejak pukul 21.05 WIB. Kondisi bangunan yang mayoritas berbahan kayu dan saling berhimpitan membuat api dengan cepat meluas hingga baru bisa dikendalikan menjelang dini hari.
Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Pusat mengerahkan 35 unit mobil pemadam kebakaran beserta 175 personel ke lokasi. Petugas membutuhkan waktu hampir tujuh jam untuk memastikan api benar-benar padam hingga proses pendinginan selesai pada Selasa, 2 Juni 2026, pukul 04.15 WIB.
ANALISIS DAMPAK DAN KRONOLOGI TRAGEDI KEBON KOSONG
Peristiwa mencekam ini menyisakan trauma mendalam bagi warga setempat, salah satunya Tri. Ia menceritakan momen menegangkan ketika menyadari rumahnya terancam runtuh akibat kobaran api yang sudah mengepung gang di sekitar tempat tinggalnya.
"Pas keluar rumah, 'Astagfirullahaladzim', api sudah besar. Saya langsung panik dan cuma sempat menyelamatkan surat-surat penting. Cuma bawa anak sama surat, sudah, tidak mikir harta benda lagi," ujar Tri saat ditemui di lokasi pengungsian, Selasa, 2 Juni 2026.
Pihak berwenang mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.
Baca Juga: Prabowo Tunjuk AHY Pimpin Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Gantikan Luhut
Kendati demikian, delapan orang warga dilaporkan harus mendapatkan perawatan intensif akibat mengalami luka bakar tingkat sedang dan sesak napas karena menghirup asap pekat.
Secara rinci, sebaran wilayah yang terdampak mencakup dua area utama di Kebon Kosong. Wilayah terparah berada di RW 04 (RT 012 hingga RT 016) dengan total 270 bangunan hangus, mengorbankan 522 jiwa dari 320 KK. Sementara di RW 05 (RT 001 dan RT 002), terdapat 34 bangunan terbakar yang berdampak pada 152 jiwa dari 34 KK.
Analis perkotaan menilai bahwa kawasan permukiman semi permanen di ibu kota memang memiliki kerentanan tinggi terhadap bencana kebakaran. Faktor instalasi listrik yang tidak standar serta minimnya akses jalan untuk armada pemadam sering kali menjadi pemicu utama besarnya skala kerugian material.
RESPONS PEMERINTAH DAN EVALUASI TATA RUANG PASCA-BENCANA