Baca Juga: MUI: Pengadaan 1.098 Sapi Kurban Presiden Pakai APBN Sah Secara Syariat
Dalam momentum yang bertepatan dengan hari besar keagamaan tersebut, Presiden bersama ratusan warga negara Indonesia (WNI) di Prancis juga melaksanakan ibadah Salat Iduladha bersama. Kehadiran pemimpin negara di tengah masyarakat ini dinilai menjadi pesan kuat mengenai komitmen perlindungan dan kedekatan pemerintah terhadap warganya di luar negeri.
Pihak Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI menegaskan bahwa lawatan diplomasi ke Paris ini merefleksikan posisi tawar Indonesia yang semakin diperhitungkan di kancah internasional. Hubungan bilateral yang harmonis ini diharapkan mampu memicu transfer teknologi, terutama di bidang ketahanan energi terbarukan dan industri pertahanan modern.
ANALISIS DAN LATAR BELAKANG HUBUNGAN BILATERAL
Berdasarkan catatan historis diplomasi kedua negara, Prancis dan Indonesia telah lama menjalin kerja sama strategis, khususnya dalam modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI serta pengembangan transisi energi bersih.
Baca Juga: Sambut Hari Raya Idul Adha 1447 H, Redaksi iNews86.com Sampaikan Pesan Perdamaian dan Keberkahan
Kesepakatan baru senilai Rp 61,25 triliun (dengan asumsi kurs Rp 17.500/USD) ini menjadi kelanjutan konkret dari kemitraan yang sudah terbangun sebelumnya.
Pengamat hubungan internasional menilai bahwa pembentukan High Level Business Council memberikan kepastian hukum dan jalur komunikasi langsung (fast track) bagi investor Prancis. Sektor ketahanan energi dan pertahanan menjadi poin paling krusial mengingat Indonesia sedang melakukan percepatan kemandirian energi dan penguatan kedaulatan wilayah.
Saat mendarat di Jakarta, Presiden Prabowo disambut oleh jajaran pejabat tinggi negara. Tampak hadir Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, serta Wakil Panglima TNI Letnan Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, yang menandai berakhirnya seluruh rangkaian kunjungan kerja di Eropa tersebut.