"Kami tahu ini merusak lingkungan dan melanggar hukum, Pak. Tapi bagi banyak pemuda di sini, bekerja di rakit adalah satu-satunya cara cepat untuk membeli beras saat harga sawit atau karet sedang anjlok," ungkapnya saat ditemui di sekitar lokasi pasca-penertiban.
Masyarakat berharap pemerintah daerah tidak hanya datang untuk menggusur dan membakar, tetapi juga membawa program pemberdayaan ekonomi yang nyata. Tanpa adanya lapangan kerja pengganti, rakit-rakit baru diprediksi akan kembali menjamur dalam beberapa bulan ke depan.
Polres Kuansing sendiri memastikan akan terus mengawal kawasan ini pasca-operasi untuk memastikan tidak ada aktivitas pasca-pembakaran. Pihak kepolisian berharap ketegasan ini dapat memberikan efek jera, sekaligus mendorong kesadaran kolektif untuk beralih ke mata pencaharian yang legal dan ramah lingkungan.