• Kamis, 4 Juni 2026

Operasi PETI di Cerenti Diduga Bocor, Puluhan Rakit Kabur Sebelum Polisi Tiba

Photo Author
Candra Winata, Inews86.com
- Senin, 1 Juni 2026 | 21:04 WIB
Iring-iringan Rakit Tambang Emas Ilegal Pulau Jambu, Kecamatan Cerenti, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) Kabur Karena diduga Kuat mereka sudah tau akan ada Razia (iNews86.Com)
Iring-iringan Rakit Tambang Emas Ilegal Pulau Jambu, Kecamatan Cerenti, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) Kabur Karena diduga Kuat mereka sudah tau akan ada Razia (iNews86.Com)

CERENTI (Riau)-iNews86.Com| Senin 1/6– Operasi penertiban aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang digelar oleh aparat Polsek Cerenti di kawasan aliran sungai Pulau Jambu, Kecamatan Cerenti, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), diduga kuat telah bocor. Akibatnya, puluhan rakit penambang ilegal berhasil melarikan diri beberapa jam sebelum petugas kepolisian tiba di lokasi pada Senin sore (1/6/2026).

Baca Juga: Polda Riau Gagalkan Penyelundupan Ratusan Ekstasi dan Etomidate Cair ke Jakarta

​Aparat kepolisian hanya berhasil menemukan dan memusnahkan lima unit rakit PETI yang tertinggal dengan cara dibakar. Sementara itu, berdasarkan rekaman video warga yang beredar luas di media sosial, puluhan rakit lainnya sudah bergerak beriringan menyusuri sungai untuk mengevakuasi diri sejak Senin pagi.

​Kronologi dan Dugaan Kebocoran Informasi
​Dugaan kebocoran rencana operasi ini mencuat setelah video berdurasi singkat viral di platform digital. Dalam video yang diambil warga pada pagi hari tersebut, terlihat jelas konvoi puluhan rakit penambang menyusuri sungai dengan tergesa-gesa. Rekaman itu bahkan memicu sindiran dari netizen dengan narasi "abi lapak latian pacu!!", mengingat jalur sungai tersebut juga aktif digunakan masyarakat untuk latihan dayung pasca-aktivitas olahraga pada Ahad (31/5/2026).

​Ketika tim dari Polsek Cerenti tiba di lokasi pada sore harinya, sebagian besar area penambangan sudah kosong melompong. Kontrasnya jumlah rakit yang terlihat pada pagi hari dengan jumlah rakit yang berhasil ditindak pada sore hari memicu tanda tanya besar dari publik mengenai kerahasiaan operasi tersebut.

Baca Juga: Aksi Nyata Polsek Cerenti Bakar Lima Rakit Emas Ilegal di Sungai Kuantan

​Seorang warga setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan, menyatakan bahwa pola seperti ini bukan pertama kalinya terjadi dalam penertiban tambang emas ilegal di wilayah Kuansing.
​"Kami tentu mendukung langkah aparat melakukan penertiban. Tetapi yang diharapkan masyarakat adalah hasil yang benar-benar memberikan efek jera. Jangan sampai hari ini dibakar, beberapa hari kemudian aktivitasnya kembali berjalan seperti biasa," ujarnya saat dikonfirmasi di lapangan.

​Warga mendesak agar instansi terkait tidak hanya melakukan operasi sesaat, melainkan penyelidikan mendalam terhadap kemungkinan adanya oknum yang membocorkan informasi kepada para pelaku sebelum petugas turun ke lapangan.

​​Aktivitas PETI di sepanjang aliran sungai Pulau Jambu telah lama menjadi keluhan utama masyarakat. Selain merusak ekosistem air, penggunaan bahan kimia berbahaya dalam proses pemisahan emas dikhawatirkan memicu pencemaran air sungai yang menjadi sumber kehidupan harian warga. Lebih dari itu, kerumunan rakit ilegal ini kerap mengganggu aktivitas transportasi air serta kegiatan sosial-olahraga masyarakat setempat.

Baca Juga: Gagal Berangkat, Ratusan Calon Jemaah Laporkan Pemilik Hanania Travel ke Polisi

​Merespons jalannya operasi dan dinamika di lapangan, Kapolsek Cerenti menegaskan bahwa pihak kepolisian tetap berkomitmen penuh untuk memberantas segala bentuk penambangan ilegal di wilayah hukumnya tanpa pandang bulu.

​"Kami tetap melakukan tindakan tegas di lapangan dengan membakar lima unit rakit yang kami temukan tersisa di lokasi. Terkait dugaan penambang yang melarikan diri sebelum petugas tiba, kami akan melakukan evaluasi internal serta memperketat pengawasan ke depan," tegas Kapolsek Cerenti dalam keterangannya.

​Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk terus memberikan informasi yang akurat dan berjanji akan menindaklanjuti setiap laporan demi menjaga kelestarian lingkungan di Kecamatan Cerenti.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Candra Winata

Tags

Terkini

X