"Saat ini sedang dilaksanakan proses investigasi mendalam untuk mengetahui kebenaran dan kronologi pasti dari kejadian tersebut. Namun, fokus utama kami saat ini adalah penanganan medis dan pemulihan terhadap kedua korban," kata Kolonel Kav Taufiq saat dikonfirmasi oleh awak media.
Meskipun membenarkan adanya aktivitas latihan, Kolonel Taufiq menegaskan bahwa pihak Kodam belum dapat menarik kesimpulan dini.
Tim investigasi masih bekerja untuk memastikan apakah proyektil tersebut benar-benar berasal dari arah latihan atau ada sumber lain.
"Jarak antara lokasi fasilitas latihan menembak dengan tempat kejadian perkara (TKP) di depan Rektorat UNP diperkirakan sekitar 800 meter. Karena itu, diperlukan penyelidikan teknis dan balistik yang mendalam untuk memastikan keterkaitan antara kedua peristiwa ini," tambahnya.
KONDISI KORBAN DAN PENANGANAN MEDIS
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan dari internal TNI dan instansi penegak hukum terkait masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Petugas juga mengumpulkan material bukti serta meminta keterangan dari sejumlah saksi mata guna mengungkap asal-usul peluru tersebut.
Baca Juga: Abai Dampak Debu, Proyek Jalan Negara di Lipat Kain Menuai Protes Warga
Pihak otoritas kampus UNP mengharapkan agar kasus ini dapat diusut secara transparan dan tuntas demi menjamin rasa aman di lingkungan pendidikan. Publik juga diimbau untuk tidak berspekulasi lebih jauh hingga hasil investigasi resmi dikeluarkan.
Sementara itu, pihak rumah sakit memastikan bahwa kondisi kedua korban kini sudah berangsur stabil setelah mendapatkan penanganan intensif dari tim dokter spesialis di RS dr. Reksodiwiryo. Perkembangan kesehatan Guruh dan Nova juga terus dipantau secara berkala untuk memastikan proses pemulihan berjalan baik pasca-operasi.