PADANG (Sumatra Barat) - iNews86.Com| — Kawasan kampus Universitas Negeri Padang (UNP) mendadak gempar pada Selasa (2/6/2026) sore. Dua orang warga dilaporkan mengalami luka-luka akibat terkena serpihan yang diduga kuat merupakan proyektil peluru nyasar saat berada di area depan Gedung Rektorat UNP, Jalan Prof. Dr. Hamka, Kelurahan Air Tawar Barat, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang.
Baca Juga: SF Hariyanto Memberikan Kesaksian : Wartawan Dilarang Masuk, Ruang Sidang Dikunci Dari Dalam
Insiden mengejutkan tersebut terjadi sekitar pukul 17.20 WIB. Kedua korban yang sedang bersantai di sekitar Lapangan Rektorat UNP tiba-tiba tersungkur setelah merasakan hantaman benda tajam di bagian tubuh mereka.
Korban pertama diidentifikasi sebagai Guruh Guwino (23), seorang warga sipil yang beralamat di Jalan Puti Bungsu, Gunung Pangilun, Kecamatan Padang Utara. Sementara korban kedua adalah seorang mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UNP bernama Nova Wirasakti.
Kronologi Kejadian di Area Kampus
Berdasarkan kesaksian petugas keamanan kampus UNP, B (42), kedua korban awalnya terlihat sedang duduk-duduk menikmati sore di sekitar area Lapangan Rektorat sejak pukul 17.00 WIB. Suasana kampus yang semula tenang berubah menjadi mencekam ketika kedua korban tiba-tiba mengerang kesakitan.
"Saat kejadian, keduanya sedang duduk di lokasi. Tidak lama setelah itu, mereka tiba-tiba mengalami luka robek yang diduga akibat terkena proyektil peluru yang datang secara tiba-tiba," ujar B saat memberikan keterangan di lokasi kejadian.
Baca Juga: Warga Hulu Kuantan Digigit Buaya 2 Meter, Polisi Minta Warga Waspada
Akibat peristiwa tersebut, Guruh Guwino mengalami luka robek cukup serius pada bagian pergelangan tangan. Sementara itu, mahasiswi FIS UNP, Nova Wirasakti, mengalami luka serupa pada bagian paha.
Melihat kondisi korban yang bersimbah darah, petugas keamanan bersama warga kampus yang berada di lokasi langsung bergerak cepat. Kedua korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Hermina Padang untuk mendapatkan pertolongan medis darurat.
Setelah dilakukan pemeriksaan awal dan stabilisasi kondisi di RS Hermina, kedua korban kemudian dirujuk ke Rumah Sakit dr. Reksodiwiryo Padang. Langkah ini diambil guna menjalani tindakan medis lanjutan, termasuk proses operasi pengangkatan proyektil yang masih bersarang di dalam tubuh mereka.
INVESTIGASI MENYELURUH SUMBER PROYEKTIL
Terkait insiden yang meresahkan warga kampus ini, pihak Tentara Nasional Indonesia (TNI) angkat bicara. Kepala Penerangan Kodam XX Tuanku Imam Bonjol, Kolonel Kav Taufiq, membenarkan bahwa pada waktu yang hampir bersamaan dengan insiden tersebut, memang sedang berlangsung kegiatan latihan menembak resmi.
Latihan militer tersebut dilaksanakan oleh personel Yonif TP 897/Singgalang menggunakan senjata api laras panjang. Kegiatan latihan menembak ini dilaporkan berlangsung sejak pagi hingga sore hari di fasilitas latihan terdekat.
Baca Juga: Perjuangkan Nasib Warga, Pemkab Kuansing Usul 3.800 Hektare Hutan Masuk Program TORA