• Kamis, 4 Juni 2026

DPRD Kuansing Desak Percepatan Proyek Astaka MTQ Riau Jelang H-30

Photo Author
Candra Winata, Inews86.com
- Kamis, 28 Mei 2026 | 10:19 WIB
Ketua DPRD Kuansing Juprizal SE MSi bersama Ketua Komisi III Maulana Imam Saleh dan anggota meninjau pembangunan Astaka Utama MTQ, Selasa (26/5/2026). ( Riau Pos)
Ketua DPRD Kuansing Juprizal SE MSi bersama Ketua Komisi III Maulana Imam Saleh dan anggota meninjau pembangunan Astaka Utama MTQ, Selasa (26/5/2026). ( Riau Pos)

TELUK KUANTAN (Riau)-iNews86.Com| Kamis 27/5 — Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) meminta rekanan dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk mempercepat pembangunan Astaka Utama MTQ tingkat Provinsi Riau. Hal ini ditegaskan saat legislatif melakukan peninjauan langsung ke lokasi proyek yang berada di eks Pasar Bawah-Taman Jalur Teluk Kuantan, Selasa (26/5/2026).

​Ketua DPRD Kuansing, H. Juprizal, S.E., M.Si., yang memimpin langsung peninjauan tersebut menyampaikan bahwa percepatan volume kerja mutlak dilakukan mengingat pelaksanaan perhelatan akbar MTQ Riau tinggal menyisakan waktu 30 hari lagi. Kendati menuntut target waktu, ia mengingatkan agar faktor kualitas infrastruktur tidak diabaikan oleh pihak kontraktor.

​MEMPACU WAKTU DI EKS PASAR BAWAH

​"Kami minta kepada rekanan dan Dinas PUPR menggesa pekerjaan sehingga bisa digunakan saat MTQ Riau. Tapi ingat, kualitas harus tetap dijaga," ujar Juprizal di sela-sela pengecekan progres fisik di lapangan, Selasa (26/5/2026).

Baca Juga: BKPP Kuansing Ancam Potong TPP ASN yang Nekat Bolos Kerja di 'Harpitnas'

​Dalam peninjauan tersebut, Juprizal didampingi oleh Ketua Komisi III DPRD Kuansing, Maulana Imam Saleh, serta Kepala Dinas PUPR Kuansing, Ade Fahrer Arif, beserta perwakilan rekanan pelaksana proyek. Pihak legislatif secara aktif mencecar pihak kontraktor mengenai persentase riil capaian kerja serta jadwal (skedul) sisa pengerjaan agar tidak terjadi keterlambatan fatal.

​Menanggapi desakan dari pihak parlemen, Kepala Dinas PUPR Kuansing, Ade Fahrer Arif, menyatakan optimismenya secara realistis. Ia mengakui bahwa proyek tersebut tidak akan rampung 100 persen total saat pembukaan MTQ, namun ia menggaransi bangunan utama astaka sudah fungsional dan siap digunakan untuk menyukseskan acara.

​"Kalau siap 100 persen tentu tidak. Tapi untuk bisa digunakan pada MTQ Riau, kami tetap optimis," kata Ade Fahrer saat dikonfirmasi terpisah, Rabu (27/5/2026).
​Hingga akhir Mei 2026 ini, para pekerja di lapangan terpantau sedang fokus merampungkan pemasangan bekisting (boxting) dan perancah untuk persiapan pengecoran lantai dua. Selain struktur utama bangunan, area halaman sekitar astaka juga mulai dipersiapkan untuk pemasangan paving blok guna penataan estetika kawasan.

TANTANGAN STRUKTUR DAN TENGGAT KONTRAK

​Pembangunan Astaka Utama MTQ Riau di kawasan eks Pasar Bawah-Taman Jalur ini sejatinya merupakan proyek tahun tunggal yang memiliki masa kontrak kerja hingga 31 Agustus 2026. Namun, karena jadwal pelaksanaan MTQ Provinsi Riau dimajukan jauh sebelum habis masa kontrak, Dinas PUPR dan pihak ketiga dipaksa melakukan deviasi manajemen waktu agar fasilitas inti selesai tepat waktu.

Baca Juga: LUAR BIASA: Jumlah Hewan Kurban di Masjid Imam Syafii Karak Meningkat Signifikan

​Dinas PUPR mengklaim bahwa secara teknis tahapan pengerjaan di lapangan saat ini masih berjalan sesuai dengan skema dan garis waktu yang direncanakan. Pengawasan ketat secara berkala terus dilakukan untuk memastikan pemadatan jadwal kerja tidak mengurangi kekuatan struktur bangunan yang sedang dicor.

​Berdasarkan data sekunder dan informasi penunjang terkait persiapan infrastruktur MTQ Riau, tantangan terbesar dalam pembangunan fasilitas publik di kawasan Taman Jalur ini adalah manajemen logistik material dan cuaca. Dinas PUPR Kuansing sebelumnya juga telah memetakan beberapa titik fasilitas umum (fasum) di sekitar lokasi utama yang mengalami kerusakan untuk segera diperbaiki secara paralel, demi mendukung kenyamanan para kafilah dari berbagai kabupaten/kota se-Riau.

​INFRASTRUKTUR DAN KESIAPAN FASILITAS PUBLIK

​Keseimbangan informasi mengenai proyek bernilai strategis ini menjadi perhatian publik Kuansing. Di satu sisi, masyarakat mengharapkan daerahnya sukses menjadi tuan rumah yang baik, namun di sisi lain muncul kekhawatiran terkait potensi penurunan mutu beton akibat kerja yang terburu-buru demi mengejar target seremoni semata.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Candra Winata

Tags

Terkini

X