• Kamis, 4 Juni 2026

Warga Hulu Kuantan Digigit Buaya 2 Meter, Polisi Minta Warga Waspada

Photo Author
Candra Winata, Inews86.com
- Rabu, 3 Juni 2026 | 06:20 WIB
Sensus alias Cencuik (65), menjadi korban keganasan buaya  sedang di Rawat di Klinik Azam Medika, Selasa (2/6/2026) malam. (RiauHit.Com)
Sensus alias Cencuik (65), menjadi korban keganasan buaya sedang di Rawat di Klinik Azam Medika, Selasa (2/6/2026) malam. (RiauHit.Com)

HULU KUANTAN-iNews86.Com| Rabu 3/6 — Konflik antara manusia dan satwa liar kembali terjadi di aliran Sungai Kuantan. Seorang warga Desa Sungai Alah, Kecamatan Hulu Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), bernama Sensus alias Cencuik (65), menjadi korban keganasan buaya pada Selasa (2/6/2026) sore sekitar pukul 18.40 WIB. Akibat serangan mendadak tersebut, mantan timbo ruang jalur Palimo Olang Putie ini mengalami luka robek serius di bagian betis kiri dan harus menerima belasan jahitan.

Baca Juga: Perjuangkan Nasib Warga, Pemkab Kuansing Usul 3.800 Hektare Hutan Masuk Program TORA

​Peristiwa nahas itu bermula saat Sensus baru saja selesai mandi di tepian jalur Palimo Olang Putie. Ketika hendak mengambil air wudhu dan melangkah ke area sungai dengan kedalaman sepinggang orang dewasa, seekor buaya sekonyong-konyong menyambar kakinya. Kejadian yang berlangsung kilat tersebut sempat membuat korban terkejut, namun ia berhasil melakukan upaya penyelamatan diri secara mandiri.

​"Kejadiannya begitu cepat. Saya selesai mandi sekitar pukul 18:40 WIB. Karena sudah selesai mandi, saya berniat mengambil wudhu dan berjalan beberapa langkah, hingga kedalaman sepinggang orang dewasa. Nah, saat itulah buaya menggigit betis sebelah kiri. Saya berusaha melepaskan gigitannya dengan cara menarik kaki sambil menuju pinggir sungai," ujar Sensus saat memberikan keterangan di Klinik Azam Medika, Selasa (2/6/2026) malam.

​KRONOLOGI DAN DAMPAK SERANGAN BUAYA DI SUNGAI KUANTAN

​Sensus menambahkan, dalam situasi mencekam tersebut, ia sempat mengamati sekilas wujud satwa yang menyerangnya sebelum berhasil melepaskan diri. Berdasarkan penglihatannya, predator air tersebut memiliki ciri fisik berwarna hitam dengan estimasi panjang tubuh mencapai lebih dari 2 meter.

Baca Juga: Segarkan Birokrasi, Dua Pejabat Administrator Kuansing Resmi Dilantik

​Sesampainya di daratan, korban mendapati luka robek yang cukup menganga di kaki kirinya disertai pendarahan hebat. Sensus kemudian berteriak meminta pertolongan kepada Yukuni, seorang warga setempat yang kebetulan sedang beraktivitas di kandang sapi tak jauh dari lokasi kejadian. Untuk menahan laju darah, Sensus berinisiatif mengikat lukanya menggunakan handuk mandi sebelum akhirnya dievakuasi ke fasilitas medis terdekat oleh pihak keluarga.

​Kepala Klinik Azam Medika Desa Lubuk Ambacang, dr. Cindy Claudia, membenarkan adanya penanganan medis terhadap pasien korban gigitan buaya tersebut. Pihak medis langsung melakukan tindakan darurat berupa pembersihan luka dan penjahitan guna menutup robekan yang cukup lebar pada otot kaki korban.

Baca Juga: Abai Dampak Debu, Proyek Jalan Negara di Lipat Kain Menuai Protes Warga

​"Sudah kami lakukan tindakan. Luka pasien sudah dijahit dengan 19 jahitan. Pasien bisa pulang dengan rawat jalan," terang dr. Cindy Claudia memberikan konfirmasi terkait kondisi terkini korban.

​Berdasarkan catatan sekunder mengenai konflik satwa di wilayah Riau, kemunculan buaya di aliran Sungai Kuantan memang bukan pertama kalinya terjadi. Aktivitas pembukaan lahan, berkurangnya pakan alami di hulu sungai, hingga siklus musiman disinyalir menjadi faktor pemicu meningkatnya agresivitas buaya muara maupun buaya air tawar yang mulai bergeser mendekati pemukiman dan tempat aktivitas warga.

​RESPONS OTORITAS DAN UPAYA KESELAMATAN MASYARAKAT

​Menyikapi peristiwa yang meresahkan warga ini, aparat penegak hukum setempat segera turun ke lapangan untuk memantau situasi. Saat korban dirawat di klinik, sejumlah personel Polsek Hulu Kuantan bersama mantan Pj Kades Sungai Alah, Hasben, serta tokoh masyarakat tampak hadir mendampingi keluarga sekaligus mengumpulkan informasi awal.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Candra Winata

Tags

Terkini

X