TELUK KUANTAN(Riau)-iNews86.Com| Sabtu 30/5 — Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), H. Suhardiman Amby, menginstruksikan Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk segera memperbaiki turap penahan tebing yang rusak di Arena Pacu Jalur Tepian Lubuok Sobae Basogha, Kecamatan Kuantan Hilir. Langkah cepat ini diambil demi menjamin keselamatan ribuan pengunjung menjelang pelaksanaan festival budaya tahunan tersebut.
Kerusakan infrastruktur penahan tebing yang dipicu oleh abrasi aliran Sungai Kuantan ini dilaporkan makin parah di sejumlah titik. Mengingat pelaksanaan event budaya Pacu Jalur Baserah yang semakin dekat, pemerintah daerah memilih bergerak cepat guna mengantisipasi potensi bahaya sebelum kawasan tersebut dipadati oleh lautan manusia.
Baca Juga: Langkah Besar SF Hariyanto: Rombak Massal Pejabat Pemprov Riau demi Integritas Birokrasi
Respons Cepat Dinas PUPR di Lapangan
Menindaklanjuti perintah tersebut, tim teknis dari Dinas PUPR Kuansing dilaporkan telah turun langsung ke lokasi untuk memetakan tingkat kerusakan. Otoritas terkait saat ini tengah merumuskan solusi penanganan darurat yang paling efektif agar struktur tebing kembali stabil sebelum hari pelaksanaan perlombaan.
"Saya sudah meminta Bidang SDA Dinas PUPR Kuansing segera turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan dan mengupayakan langkah penanganan. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama, apalagi kawasan ini akan menjadi pusat aktivitas saat pelaksanaan Pacu Jalur nanti," tegas Bupati Suhardiman Amby saat memberikan keterangan di Teluk Kuantan, Sabtu (30/5/2026).
ANTISIPASI POTENSI BENCANA DAN ANCAMAN ABRASI SUNGAI
Secara terpisah, Kepala Dinas PUPR Kuansing, Ade Fahrer Arif, melalui Kepala Bidang SDA, Zulderi, membenarkan adanya instruksi langsung dari kepala daerah. Pihaknya bergerak melakukan inventarisasi kerusakan struktural akibat gerusan air sungai yang terjadi dalam jangka waktu panjang tersebut.
"Benar, kami telah menerima arahan dari Bapak Bupati. Tim Bidang SDA juga sudah turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan kondisi turap penahan tebing yang mengalami kerusakan akibat abrasi," jelas Zulderi saat dikonfirmasi mengenai progres di lapangan.
Baca Juga: Rangkul Ojek Online Kuantar, Kapolres Kuansing Perkuat Sabuk Kamtibmas
Zulderi menambahkan bahwa hasil peninjauan lapangan ini sedang dianalisis secara mendalam oleh tim ahli guna menentukan metode perbaikan yang tepat. "Kami sedang menginventarisasi kondisi di lapangan dan mencarikan solusi terbaik sesuai arahan pimpinan. Yang jelas, perhatian Bapak Bupati terhadap keselamatan masyarakat dan kelestarian aset daerah sangat besar," imbuhnya.
Berdasarkan analisis teknis di area Tepian Lubuok Sobae Basogha, kerusakan ini murni dipicu oleh fenomena abrasi hidrolik dari arus Sungai Kuantan. Pengikisan tanah yang terjadi secara konstan lambat laun meruntuhkan kestabilan turap, sehingga jika dibiarkan tanpa penanganan, area publik di sekitar bantaran sungai terancam longsor.
KOMITMEN PERLINDUNGAN WARISAN BUDAYA DAN KESELAMATAN PUBLIK
Pacu Jalur sendiri bukan sekadar turnamen mendayung sampan tradisional, melainkan sebuah identitas kultural dan magnet pariwisata yang masuk dalam agenda berskala nasional. Setiap tahunnya, perhelatan akbar di Provinsi Riau ini selalu sukses menyedot perhatian puluhan ribu pelancong domestik hingga mancanegara, yang otomatis memberikan dampak ekonomi masif bagi masyarakat Kuansing.
Oleh karena itu, kelayakan infrastruktur pendukung seperti turap penahan tebing menjadi variabel krusial yang tidak bisa ditawar. Pemkab Kuansing menegaskan komitmennya untuk menyelaraskan kesuksesan manajemen event budaya dengan standar keselamatan publik yang tinggi.