nasional-daerah

Sistem Transmisi SBU dan SBT Terpisah, Sebagian Wilayah Sumatera Padam Total

Minggu, 24 Mei 2026 | 10:45 WIB
Peta Jaringan titik-titik Lokasi terdampak Pemadaman Listrik (Candra Winata)

​UPAYA PENORMALAN DARURAT OLEH TIM TEKNIS PLN

Hingga Sabtu dini hari, tim teknis gabungan dari PLN Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (P3B) Sumatera terus bekerja keras di lapangan guna melakukan proses pemulihan sistem (system recovery) secara bertahap. Proses penormalan ini tidak dapat dilakukan secara instan karena memerlukan kehati-hatian tinggi dalam mensinkronkan kembali frekuensi tegangan antar- pembangkit agar tidak memicu gangguan susulan yang lebih fatal.

​Arjun Karim menjelaskan langkah-langkah darurat yang diambil oleh tim teknis di lapangan. Menurutnya, PLN langsung menerapkan prosedur pemulihan darurat dengan mengisolasi bagian jaringan yang mengalami kerusakan di jalur Rumai–Muaro Bungo dan mencoba mengalirkan daya melalui jalur alternatif atau loop sistem transmisi lainnya yang masih sehat.

"Petugas kami di unit pembangkitan, transmisi, maupun distribusi sedang melakukan segala upaya maksimal di lapangan untuk mempercepat proses penormalan sistem kelistrikan. Kami melakukan penormalan secara bertahap dengan memprioritaskan fasilitas publik utama terlebih dahulu seperti rumah sakit, bandara, markas kepolisian, dan instalasi pengolahan air bersih," urai Arjun.

​Prosedur penormalan bertahap ini dilakukan dengan menyalakan kembali pembangkit listrik yang berkapasitas kecil sebagai pemicu awal (black start), sebelum kemudian memasukkan pembangkit-pembangkit besar seperti PLTU dan PLTA kembali ke dalam sistem interkoneksi utama Sumatera.

Manajemen PLN juga mengimbau kepada masyarakat yang sebagian wilayahnya sudah mulai menyala secara bertahap untuk menggunakan listrik secara bijak dan mematikan perangkat elektronik yang tidak diperlukan, guna membantu menstabilkan beban jaringan yang baru saja pulih dari guncangan teknis hebat tersebut.

​SEJARAH DAN TANTANGAN TOL LISTRIK INTERKONEKSI SUMATERA

Sebagai informasi pelengkap, sistem kelistrikan di Pulau Sumatera selama satu dekade terakhir memang telah bertransformasi dari sistem terisolasi (isolated) di masing-masing provinsi menjadi satu kesatuan sistem interkoneksi raksasa melalui proyek Tol Listrik Sumatera. Proyek strategis nasional ini dibangun dengan membentangkan jalur transmisi bertegangan tinggi 275 kV dan 150 kV dari ujung selatan Lampung hingga ujung utara Aceh.

​Tujuan utama dari interkoneksi ini adalah untuk mengoptimalkan pemanfaatan energi murah dari pembangkit-pembangkit besar di Sumatera Bagian Selatan dan Tengah, seperti PLTA dan PLTU mulut tambang, untuk dialirkan ke pusat beban di Sumatera Bagian Utara yang kerap mengalami kekurangan pasokan daya.

Namun, integrasi penuh ini juga membawa konsekuensi risiko teknis yang baru, di mana gangguan struktural pada satu titik transmisi utama seperti jalur Rumai–Muaro Bungo dapat langsung merambat dan meruntuhkan kestabilan sistem kelistrikan di beberapa provinsi sekaligus jika sistem proteksi cadangan gagal meredam fluktuasi daya dengan cepat.

Manajemen PLN menyatakan akan menjadikan insiden ini sebagai bahan evaluasi total untuk memperkuat ketahanan sistem interkoneksi nasional di masa mendatang.

Halaman:

Tags

Terkini