nasional-daerah

Sistem Transmisi SBU dan SBT Terpisah, Sebagian Wilayah Sumatera Padam Total

Minggu, 24 Mei 2026 | 10:45 WIB
Peta Jaringan titik-titik Lokasi terdampak Pemadaman Listrik (Candra Winata)


iNews86.com -Minggu 24/5| Sistem kelistrikan di sebagian besar wilayah Pulau Sumatera mengalami kelumpuhan total setelah jalur transmisi utama bertegangan tinggi yang menghubungkan dua sistem interkoneksi regional terputus secara mendadak pada Jumat (22/5/2026) malam.

Insiden pemadaman listrik massal (blackout) berskala besar ini terjadi mulai pukul 18.44 WIB akibat terpisahnya sistem Sumatera Bagian Utara (SBU) dan sistem Sumatera Bagian Tengah (SBT), tepatnya pada jalur transmisi Rumai–Muaro Bungo berkekuatan 275 kilovolt (kV). Gangguan fatal yang bersumber dari sisi gardu induk pembangkitan dan transmisi tersebut secara mendadak memutus pasokan listrik ke jutaan pelanggan di empat provinsi sekaligus, meliputi Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, hingga Riau.

Kondisi ini memicu kepanikan massal di pusat-pusat perkotaan, menghentikan aktivitas ekonomi malam hari, melumpuhkan jaringan komunikasi, serta memaksa otoritas terkait melakukan upaya penormalan darurat di tengah gelombang protes warga yang menuntut transparansi dan keandalan sistem energi nasional. Berdasarkan struktur piramida terbalik, laporan ini membedah kronologi teknis, dampak multi-sektor, suara konsumen, hingga langkah penegakan hukum dan pemulihan di lapangan.

​KRONOLOGI DAN PENYEBAB TEKNIS TERPISAHNYA JALUR TRANSMISI

Kejadian bermula tepat ketika masyarakat di wilayah Sumatera Barat, Riau, Sumatera Utara, dan Aceh sedang memulai aktivitas malam hari mereka pada pukul 18.44 WIB. Tanpa ada tanda-tanda penurunan tegangan atau peringatan dini sebelumnya, aliran listrik tiba-tiba terputus secara serentak, meredupkan lampu-lampu jalanan, mematikan sistem pendingin udara di pusat perbelanjaan, dan langsung melumpuhkan jaringan telekomunikasi seluler di wilayah terdampak. Kejadian yang berlangsung tepat pada waktu puncak beban malam hari ini memicu kekagetan luar biasa di kalangan warga masyarakat.

​General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Barat, Arjun Karim, memberikan konfirmasi resmi mengenai penyebab teknis dari kelumpuhan sistem ini beberapa jam setelah insiden terjadi melalui saluran komunikasi darurat. "Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat dan pelanggan atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan oleh gangguan massal ini. Berdasarkan hasil pemantauan tim teknis di lapangan, gangguan terjadi akibat terpisahnya sistem Sumatera Bagian Utara (SBU) dan sistem Sumatera Bagian Tengah (SBT). Sistem Sumatera Bagian Utara mengalami padam total," kata Arjun dalam keterangan pers singkatnya pada Jumat malam.

​Lebih lanjut, Arjun memaparkan titik krusial yang menjadi episentrum kegagalan sistem interkoneksi tersebut secara mendetail. Menurut penjelasannya, pemutusan arus secara mendadak terjadi pada interkoneksi krusial yang mengikat pasokan daya antarwilayah. "Jaringan transmisi terputus di jalur Rumai–Muaro Bungo 275 kV.

Gangguan ini teridentifikasi berasal dari komponen vital di sisi gardu induk pembangkitan dan transmisi, yang memicu reaksi berantai pada sistem proteksi otomatis sehingga menghentikan pasokan daya secara keseluruhan untuk mencegah kerusakan alat yang lebih parah," ujar Arjun secara mendalam.

​Secara teknis, terpisahnya dua sistem besar ini menyebabkan ketidakseimbangan beban (load imbalance) yang sangat ekstrem di seluruh koridor ketenagalistrikan Sumatera. Ketika jalur Rumai–Muaro Bungo 275 kV mengalami kegagalan fungsi atau gangguan fisik, subsistem di Sumatera Bagian Utara kehilangan jangkar stabilitas frekuensinya.

Akibatnya, pembangkit-pembangkit listrik besar di wilayah utara seperti PLTU dan PLTGU mengalami tripped atau mati mendadak secara otomatis demi keselamatan operasional mesin. Efek domino ini tidak dapat dihindarkan, mengingat sistem kelistrikan Sumatera saat ini telah terintegrasi dalam jaringan tol listrik Tol Listrik Sumatera, di mana gangguan di satu titik krusial dapat berdampak luas jika sistem pertahanan pelepasan beban (load shedding) tidak bekerja dengan cukup cepat untuk mengisolasi area gangguan.

​DAMPAK LUAS DI EMPAT PROVINSI DAN KELUMPUHAN TOTAL

Dampak dari ambruknya sistem transmisi utama ini langsung terasa secara masif di empat provinsi utama di Pulau Sumatera, melumpuhkan roda aktivitas publik dan rumah tangga. Di Kota Medan, ibukota Provinsi Sumatera Utara, pemadaman terjadi secara menyeluruh termasuk di kawasan bisnis utama, kompleks perumahan padat penduduk, hingga fasilitas publik penting. Lampu lalu lintas di puluhan persimpangan jalan protokol mati total, memicu kemacetan parah di berbagai sudut kota karena bertepatan dengan jam pulang kantor dan aktivitas akhir pekan yang padat.

​Kondisi serupa terjadi di Kota Padang, Sumatera Barat, serta Pekanbaru, Riau. Di Pekanbaru, pemadaman menyebabkan sejumlah pusat perbelanjaan harus segera menghidupkan genset darurat mereka, meskipun kapasitasnya terbatas dan tidak mampu menghidupkan seluruh fasilitas pendingin ruangan maupun lift. Sementara itu di Provinsi Aceh, laporan mengenai padamnya listrik diterima dari wilayah Banda Aceh, Lhokseumawe, hingga kawasan pesisir barat dan selatan. Warga terpaksa beraktivitas dalam kegelapan total, dengan hanya mengandalkan cahaya dari telepon genggam atau lilin.

​Selain kegelapan, dampak yang paling dirasakan oleh masyarakat luas adalah lumpuhnya jaringan komunikasi seluler. Menara-menara pemancar sinyal (base transceiver station/BTS) milik operator telekomunikasi kehilangan pasokan daya utama dari PLN. Walaupun sebagian BTS memiliki cadangan baterai, kapasitasnya hanya bertahan antara satu hingga dua jam saja. Menjelang tengah malam, akses internet dan jaringan telepon di banyak wilayah benar-benar terputus sama sekali, menambah tingkat isolasi dan kepanikan warga di tengah situasi darurat tersebut. Rumah sakit di daerah terdampak terpaksa beralih penuh ke genset cadangan untuk menjaga operasional alat pacu jantung, ventilator, dan ruang operasi tetap berjalan demi menyelamatkan nyawa pasien.

​KELUHAN MASYARAKAT DAN KERUGIAN SEKTOR USAHA

Halaman:

Tags

Terkini