Perhelatan keagamaan akbar ini dipastikan berjalan kompetitif dengan mempertandingkan 11 cabang perlombaan yang variatif. Cabang-cabang tersebut mencakup Seni Baca Alquran, Qira’at Alquran, Hafalan Alquran, serta Tafsir Alquran.
Selanjutnya, cabang Fahm Alquran, Syarh Alquran, Seni Kaligrafi Alquran, Karya Tulis Ilmiah Alquran (KTIQ), hingga Karya Tulis Ilmiah Hadis (KTIH). Dua cabang terakhir yang melengkapi kompetisi ini adalah Musabaqah Hadis Nabi serta seni membaca Barzanji.
DUKUNGAN REGIONAL DAN HARAPAN SYIAR ISLAM
Langkah pengesahan ini berjalan mulus setelah seluruh perwakilan dari 12 kabupaten/kota menyatakan menerima hasil verifikasi tanpa adanya nota keberatan. Kebijakan bersama ini kemudian dikunci melalui penandatanganan berita acara resmi oleh masing-masing utusan daerah.
Di sisi lain, respons positif dan apresiasi tinggi datang dari instansi vertikal keagamaan di wilayah Riau. Dukungan penuh dari pemerintah daerah dianggap menjadi pilar utama dalam menjaga marwah pelaksanaan MTQ dari tahun ke tahun.
"Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Provinsi Riau atas dukungan dan komitmen yang luar biasa dalam menyukseskan pelaksanaan MTQ Tingkat Provinsi Riau Tahun 2026 ini," tegas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau saat memberikan pandangannya.
Kemenag Riau menilai sinergi yang kuat antara LPTQ, pemerintah provinsi, dan kementerian agama menjadi kunci utama agar iklim kompetisi tetap sehat. Hal ini juga diharapkan mampu melahirkan qari dan qariah berkualitas yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Sebagai informasi latar belakang, Kabupaten Kuansing selaku tuan rumah terus menggeser persiapan infrastruktur utama, mulai dari arena utama (astaka), pemondokan kafilah, hingga pengaturan arus lalu lintas untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung dari berbagai penjuru Riau.