Pacu Jalur adalah perlombaan tradisional dayung sampan di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, Indonesia. Sampan dibuat dari kayu gelondongan utuh. Pacu Jalur diadakan setiap tahun di Sungai Batang Kuantan di bawah rangkaian acara Festival Pacu Jalur, yang mana merupakan festival tahunan terbesar bagi masyarakat setempat (terutama di ibukota Kabupaten Teluk Kuantan) selama ratusan tahun.
Sejak tahun 2014, tradisi, pengetahuan, adat budaya, kesadaran biosentrisme dan praktik Pacu Jalur secara resmi diakui dan ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia sebagai bagian integral dari Warisan Budaya Nasional Takbenda dari Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau Indonesia.
Sebagai upaya untuk melestarikan warisan budaya tersebut, pemerintah Indonesia mendukung Festival Pacu Jalur yang diadakan setiap tahun di Kuantan Singingi dan mempromosikan pentingnya festival tersebut kepada masyarakat luas baik nasional maupun internasional, tim pemenang Pacu Jalur juga akan berkesempatan terpilih menjadi atlet nasional Indonesia untuk mewakili Indonesia di ajang balap perahu internasional (apabila mumpuni).
Pada tahun 2022, gambaran Pacu Jalur (dibuat oleh seorang seniman etnis Sunda asal Bandung, bernama Wastana Haikal) terpilih sebagai Google Doodle, yang mana merupakan alterasi khusus untuk logo Google di beranda Google yang dimaksudkan untuk memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia yang dirayakan pada tanggal 17 Agustus.
Pada masa penjajahan Belanda, pacu jalur digunakan sebagai pemeriah untuk memperingati hari lahir Wilhelmina (Ratu Belanda) yang jatuh pada tanggal 31 Agustus setiap tahunnya, dan festival ini biasanya berlangsung hingga tanggal 1 atau 2 September. Perayaan Pacu Jalur dipertandingkan selama 2–3 hari, tergantung jumlah lintasan yang diikuti.
Dahulu, sebelum kedatangan penjajah Belanda, Pacu Jalur sudah diselenggarakan oleh penduduk setempat untuk memperingati hari-hari besar umat Islam, seperti Maulud Nabi, Idul Fitri, atau bahkan untuk merayakan Tahun Baru Islam. Selanjutnya setelah kemerdekaan Indonesia, festival ini semakin berkembang dan juga digunkan untuk merayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia.[butuh rujukan]
Lebih lanjut, untuk melestarikan tradisi budaya tersebut, pemerintah Indonesia memasukkan Festival Pacu Jalur dalam acara kalender wisata nasional tahunan Indonesia, yang biasanya diadakan sekitar tanggal 23 hingga 26 Agustus setiap tahunnya.