JAKARTA-iNews86.Com| Senin 25/5 — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah tipis 0,03 persen ke level Rp 17.722 per dolar AS pada perdagangan Senin (25/5/2026) pagi pukul 09.19 WIB. Kendati demikian, mata uang garuda bergerak fluktuatif dan mulai memangkas pelemahan menjelang siang hari ke posisi Rp 17.718 per dolar AS karena dorongan sentimen positif global terkait meredanya tensi geopolitik di Timur Tengah.
Memasuki pukul 09.53 WIB, depresiasi rupiah tercatat terus menyusut hingga tinggal 0,01 persen. Pergerakan positif ini sejalan dengan mayoritas mata uang di kawasan Asia yang juga terpantau menguat terhadap dolar AS, di mana baht Thailand memimpin penguatan sebesar 0,65 persen, diikuti rupee India sebesar 0,53 persen, dan ringgit Malaysia sebesar 0,36 persen.
DAMPAK PENURUNAN HARGA MINYAK MENTAH DUNIA
Chief Analyst Doo Financial Future, Lukman Leong, menilai mata uang domestik masih memiliki ruang dan potensi besar untuk berbalik menguat terhadap dolar AS dalam jangka pendek. Menurut analisisnya, kondisi ini dipicu oleh ekspektasi pasar yang positif pascapernyataan bernada damai dari Washington terkait pembukaan kembali jalur perdagangan internasional.
"Harga minyak mentah dunia yang turun merespons pernyataan Presiden AS, Donald Trump, yang mengatakan bahwa perundingan dengan Iran berjalan secara 'konstruktif'," kata Lukman saat diwawancarai pada Senin (25/5/2026).
Penurunan harga komoditas energi tersebut tercatat cukup signifikan di pasar global, di mana minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) merosot hampir 5 persen ke level US$ 92,05 per barel. Sementara itu, minyak mentah acuan global jenis Brent juga melemah mendekati posisi US$ 98,88 per barel akibat meredanya kekhawatiran gangguan pasokan.
DINAMIKA NEGOSIASI DAN SENTIMEN PASAR ASIA
Melalui unggahan resmi di media sosial pribadinya, Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi bahwa jalannya komunikasi diplomatik untuk membuka kembali Selat Hormuz menunjukkan progres yang baik. Namun, pihak Gedung Putih menegaskan tidak akan mengambil keputusan secara tergesa-gesa dalam menetapkan kesepakatan final.
"Negosiasi berjalan secara tertib dan konstruktif, dan saya telah menginstruksikan perwakilan saya untuk tidak terburu-buru karena waktu berada di pihak kita," tulis Trump dalam pernyataan tertulisnya yang dikutip pasar global.
Sebagai informasi tambahan, data pergerakan valuta asing regional menunjukkan yuan China menguat 0,23 persen, yen Jepang naik 0,21 persen, dan dolar Singapura terapresiasi 0,25 persen. Di Asia Tenggara, peso Filipina juga ikut menguat sebesar 0,47 persen terhadap dolar AS pada paruh pertama perdagangan hari ini.